Rabu, 23 April 2014

Solusi Komunikasi Gratis Berbasis Teknologi CDMA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Komunikasi merupakan sesuatu yang sangat berperan penting bagi kehidupan manusia. Tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa komunikasi sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia saat ini, yang dapat kita lihat dengan banyaknya telepon seluler dengan berbagai merek telah diluncurkan ke pasaran. Dalam hal ini komunikasi memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan teknologi telepon seluler saat ini. Sejak ditemukannya telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876 dan ditemukannya komunikasi tanpa kabel (wireless) oleh Nikolai Tesla pada tahun 1880 yang kemudian diperkenalkan oleh Guglielmo Marconi, sejak saat itu perkembangan dunia teknologi komunikasi semakin berkembang pesat hingga mencakup seluruh belahan dunia ini.
Di Indonesia, perkembangan teknologi komunikasi sudah sangat menjamur. Banyak operator-operator telepon seluler memberikan promosi komunikasi yang sangat murah untuk para pelanggannya dan promosi-promosi lain yang diberikan oleh para pemilik operator-operator telepon seluler ini, sehingga menarik minat seseorang untuk dapat  menggunakan jasa operator tersebut. Tapi bagaimanapun juga, kita tidak akan merasa puas dengan promosi-promosi yang diberikan oleh para penyedia layanan komunikasi tersebut. Solusi terbaik adalah dengan memberikan komunikasi yang seluas-luasnya, tanpa dibatasi oleh biaya yang harus dibayar dan tanpa dibatasi oleh waktu.
Dengan hadirnya komunikasi gratis ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terhadap permasalahan komunikasi saat ini, yang dirasakan penulis sudah sangat membingungkan dalam memilih mana operator yang paling murah untuk melakukan komunikasi diantara banyaknya operator-operator yang lainnya.
Untuk itu, dalam skripsi yang berjudul “Solusi Komunikasi Gratis Berbasis Teknologi CDMA”, penulis mencoba untuk memberikan solusi komunikasi gratis (tanpa harus membayar biaya pemakaian) dan tidak dibatasi oleh waktu. Dan diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan sedikit perubahan dalam dunia komunikasi,  khususnya di Indonesia.

1.2    Tujuan Penelitian
1.2.1  Tujuan Umum
Untuk memberikan solusi komunikasi gratis (tanpa dipungut biaya), kepada masyarakat luas, khusunya di Indonesia, yang berbasiskan pada teknologi CDMA.
1.2.2  Tujuan Khusus
1. Membangun komunikasi yang seluas-luasnya, tanpa harus dikenakan biaya dan tanpa dibatasi oleh waktu pemakaian.
2.  Memanfaatkan penggunaan teknologi CDMA seluas-luasnya.
3. Memberikan informasi kepada masyarakat, bahwa komunikasi dapat dilakukan tanpa harus membayar biaya pemakaian.

1.3  Batasan Masalah
Agar pembahasan ini tidak terlalu luas, namun dapat mencapai hasil yang optimal, maka penulis akan membatasi ruang lingkup pembahasan sebagai berikut :
1.        Memberikan solusi komunikasi gratis kepada masyarakat luas, khususnya di Indonesia, yang berbasis pada teknologi CDMA.
1.4       Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian tersebut diharapkan dengan penelitian ini dapat diperoleh manfaat sebagai berikut :
1.4.1                    Bagi Penulis
1.             Untuk    memenuhi     salah    satu      syarat    dalam      memperoleh gelar strata satu   Fakultas  Sains  &  Teknologi    Jurusan  Teknik Informatika Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
2.             Dapat menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh selama kuliah seperti komunikasi data, OOP, Jaringan tanpa kabel, dan ilmu-ilmu jaringan lainnya.
1.4.2   Bagi Akademik
1.             Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi teori yang telah diperoleh selama kuliah.
2.             Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmunya dan sebagai bahan evaluasi
1.4.3   Bagi Masyarakat
1.             Mengetahui seberapa besarnya respone masyarakat terhadap komunikasi gratis yang berbasis pada teknologi CDMA.
2.             Mengetahui apa sajakah efek-efek negatif yang dapat mempengaruhi komunikasi gratis yang berbasis pada teknologi CDMA.
3.             Memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang teknologi CDMA yang berpengaruh terhadap komunikasi yang bersifat gratis.
4.             Membantu meringankan beban masyarakat terhadap permasalahan komunikasi yang dihadapi sekarang ini.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Telepon Seluler
Menurut Mulyanta (2004), konsep dasar yang sangat penting dalam sebuah ponsel adalah kenyataan bahwa teknologi yang digunakan ponsel sebenarnya merupakan pengembangan dari teknologi radio yang dikawinkan dengan teknologi komunikasi telepon. Telepon pertama kali ditemukan dan diciptakan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876. Sedangkan komunikasi tanpa kabel (wireless) oleh Nikolai Tesla pada tahun 1880 yang kemudian diperkenalkan oleh Guglielmo Marconi. Sebelum ditemukannya ponsel, pada waktu itu mereka memasang radio telepon ke dalam mobil untuk dapat digunakan sebagai sarana komunikasi secara mobile. Pada sistem radio-telepon ini diperlukan tower antena yang terpusat dan hanya menyediakan 25 saluran pada setiap towemya. Antena pusat ini harus mem­punyai daya pancar yang kuat untuk dapat memancarkan sinyal hingga 70 km. Karena saluran yang cukup terbatas mengakibatkan tidak semua orang dapat menggunakan radio telepon ini.

2.1.1 Telepon seluler sebagai sarana komunikasi
Perkembangan dunia telepon seluler (ponsel), sebagai bagian dari teknologi telekomunikasi, berjalan begitu cepat. Menurut Suryantoro (2005), perkembangan dan kemajuan teknologi seluler atau telekomunikasi sekarang berlangsung sangat pesat. Telah muncul berbagai macam alat komunikasi canggih dengan fitur yang menarik, yang semakin meramaikan bisnis komunikasi. Demikian juga halnya dengan perangkat seluler. Sebagai contoh, tidak hanya di kota-kota besar saja, tetapi juga di daerah terpencil seperti desa-desa, terpasang infrastruktur telekomunikasi seperti misalnya BTS (Base Transceivers Station). BTS merupakan perangkat stasiun penghubung antara pusat operator seluler dengan MS (Mobile System) atau lebih dikenal dengan handphone. BTS merupakan sistem yang langsung berhubungan dengan handphone. Dengan demikian masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan pun dapat ikut menikmati fasilitas telekomunikasi ini.
Selain prasarana telekomunikasi yang semakin lengkap, perkembangan teknologi komunikasi pun sudah semakin pesat, yakni dengan hadirnya tiga tipe komunikasi seluler seperti AMPS, GSM dan CDMA. Sistem AMPS merupakan sistem yang pertama kali digunakan di Indonesia, yang tidak lama kemudian diikuti dengan munculnya sistem yang diberi nama GSM. Sistem GSM menjanjikan kualitas suara digital yang prima. Teknologi terbaru yang hadir adalah teknologi CDMA.


2.2 Teknologi CDMA
Menurut Daniswata dan Riyan (2005), teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) per tama kali digunakan pada Perang Dunia II oleh tentara Sekutu. Teknologi ini digunakan dengan cara mengacak pengiriman pesan untuk menggagalkan upaya Nazi Jerman dalam menyadap informasi dari tentara Sekutu.
Pesan dikirim dengan menggunakan beberapa frekuensi sehingga menyulitkan tentara Jerman untuk mengumpulkan sinyal secara lengkap. Sebab, setiap saluran atau kanal menggunakan seluruh spektrum yang tersedia, sehingga dapat mencegah gagalnya panggilan dan sulit disadap. Semenjak itu, teknologi CDMA semakin populer.
Sebagai teknologi akses multipel, CDMA mendukung banyak penggunaan dalam waktu yang bersamaan (simultan). Akses multipel merupakan spektrum radio yang dibagi dalam beberapa saluran untuk dialokasikan ke banyak pengguna sistem tersebut.
Pada CDMA, pembicaraan diubah menjadi data digital. Data digital ini kemudian dikirim sebagai sinyal radio melalui jaringan nirkabel dengan menggunakan kode unik untuk membedakan masing-masing panggilan. Dengan begitu, teknologi CDMA memungkinkan lebih banyak orang untuk berbagi gelombang udara pada saat bersamaan tanpa gangguan sinyal di udara.
Dengan konsep multipath fading, CDMA memiliki ketahanan sinyal terhadap pantulan gedung-gedung. Tak heran jika teknologi ini mampu menerima dan menggabungkan sinyal pantulan sehingga penerimaan sinyal menjadi lebih baik.
Ada dua jenis telepon seluler (hp) yang mendukung penggunaan teknologi CDMA, yaitu sebagai berikut.
1.        Jenis pesawat yang dikategorikan sebagai mobile handset dengan ukuran dan fungsi seperti ponsel pada umumnya.
2.        Jenis pesawat berupa fixed wireless terminal yang bentuknya menyerupai telepon konvensional rumah biasa, namun nirkabel.
Meskipun berangkat dari konsep telepon tetap, sistem CDMA masih memiliki beberapa kelemahan. Meskipun mobile, pergerakannya tetap saja terbatas. Contohnya untuk kawasan jakarta yang menggunakan kode akses 021, jangkauannya masih terbatas sampai area-area berkode 021 saja.
Salah satu kelemahan sistem CDMA adalah cakupannya yang terbatas karena menggunakan frekuensi 1900 mhz. Berbeda dengan operator GSM yang kebanyakan menggunakan frekuensi 900 dan 1800 mhz. Semakin tinggi frekuensi, semakin kecil jarak yang bisa di-cover oleh sebuah Base Transceiver Station (BTS). Selain cakupan yang lebih kecil, gedung-gedung tinggi yang bertebaran akan menambah menurunnya kemampuan coverage. Operator CDMA di Indonesia antara lain Telkom (Telkom Flexi), Esia, dan Fren Mobile-8.
Teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) merupakan suatu teknologi digital yang dipelopori oleh QUALCOMM yang menyediakan suara jelas serta berkualitas di dalam suatu generasi yang bare dari produk komunikasi tanpa kabel (wireless communications). Dengan menggunakan digital encoding dan spread spektrum yang ada dalam teknik frekuensi radio. CDMA menyediakan fasilitas yang lebih balk dan lebih hemat biaya, kualitas suara, privacy, kapasitas sistem, dan fleksibilitas dibanding dengan teknologi tanpa kawat. CDMA juga menyediakan jasa layanan yang lebih cepat, seperti sms, email dan akses internet. CDMA dan teknologi tanpa kawat saat ini menjadi sangat populer di akhir tahun-tahun. (Suyantoro, 2005).











BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan waktu penelitian
Penelitian akan dilakukan di Ruko ITC Roxy Mas, Jl. KH. Hasyim Azhari Jakarta Pusat dan penelitian juga akan dilakukan di Komplek Ruko Roxy Mas, Jl. Tanjung Selor No.31 Jakarta Pusat. Penelitian akan dilakukan selama 12 Bulan (Maret 2009 – Februari 2010).

3.2 Bahan dan alat
Bahan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan SimCard yang mendukung teknologi CDMA dengan frekuensi 800 Mhz.
Peralatan yang digunakan pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu :
  1. Perangkat Keras
Perangkat keras yang digunakan adalah sebagai berikut :
a.       1 buah laptop dengan merek Acer Aspire seri 4520 dengan spesifikasi sebagai berikut :
Ø  Processor AMD Turion 64 X2 Mobile Technology TL-60 (2.0 Ghz, 2x512 Kb L2 cache).
Ø  Memory 1536 MB DDR2
Ø  VGA 512 MB NVIDIA GeForce 7000M
Ø  Harddisk 120 GB
b.      1 buah Handphone Nokia CDMA seri 2116 yang mendukung teknologi dual band (800 dan 1900 Mhz) beserta kabel data dan kabel flashnya.

  1. Perangkat Lunak
Dalam penelitian ini digunakan beberapa perangkat lunak :
Ø  Sistem Operasi Windows XP SP 2
Ø  UniCDMA versi 0.98
Ø  CDMA Incompresor

3.3 Metode Penelitian

1.        Alur Pelaksanaan Penelitian
2.        Persiapan Penelitian
Pertama-tama penulis menginstalasikan program UniCDMA versi 0.98 dan program CDMA Incompresor kedalam komputer, kemudian menyiapkan 1 buah SimCard CDMA yang mempunyai frekuensi 800 Mhz, dan mengkoneksikan SimCard tersebut ke dalam Handphone, dan dengan bantuan kabel data, handphone tersebut kita koneksikan ke komputer.
3.         Prosedur Penelitian
Penelitian ini dibagi dalam beberapa tahap, yaitu: (1) Instalasi program UniCDMA versi 0.98 dan Program CDMA Incompresor. (2) Menjalankan program UniCDMA dan CDMA Incompresor setelah Handphone yang berisikan SimCard terkoneksikan pada komputer dengan bantuan kabel data. (3) Menurunkan frekuensi pada SimCard dengan bantuan program CDMA Incompresor.
Tahap 1 : Instalasi program UniCDMA versi 0.98 dan program CDMA Incompresor
Tujuan penelitian adalah memanfaatkan program tersebut sebagai sebuah tool/senjata yang digunakan untuk mendapatkan solusi komunikasi gratis. Program tersebut berguna bagi penulis untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Tahap 2 : Menjalankan program UniCDMA dan CDMA Incompresor setelah Handphone yang berisikan SimCard terkoneksikan pada komputer dengan bantuan kabel data.
Setelah program UniCDMA dan CDMA Incompresor terinstal kedalam komputer, barulah mengkoneksikan Handphone yang terlah berisikan SimCard ke komputer, supaya komputer dapat mengenali perangkat yang masuk ke dalamnya, dan dapat dengan mudah dikenali oleh program UniCDMA dan CDMA Incompresor.
Dalam tahapan ini, program UniCDMA dan CDMA Incompresor berusaha untuk membaca semua data yang ada di dalam handphone yang telah berisikan SimCard tersebut.
Tahap 3 : Menurunkan frekuensi pada SimCard dengan bantuan program CDMA Incompresor.
Dalam tahapan ini, hasil yang kita inginkan akan berhasil atau tidak tergantung dari proses penurunan frekuensi yang kita lakukan, dan dalam proses
 penurunan frekuensi ini, tidak terlepas dari Perusahaan SimCard yang kita gunakan. Jadi pada tahapan ini, proses keberhasilan tergantung dari Perusahaan SimCard yang digunakan, apabila perusahaan tersebut sedang melakukan peng-resetan sinyal pada jaringannya, penulis juga akan melakukan hal yang sama supaya proses penurunan sinyal ini berhasil.

 

Kamis, 27 Maret 2014

Tugas Bahasa indonesia

*  Berfikir Deduktif

Definisi Silogisme Kategorial, hipotesis dan alternative serta berikan masing-masing contohnya.?
Silogisme :Kegiatan nalar untuk memperoleh konklusi berdasarkan premis-premis.Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Proposisi silogisme terdiri dari dua yaitu mayor (term menjadi predikat) dan minor (termnya menjadi subyek).
Contoh :
Silogisme kategorial, bilamana semua proposisinya merupakan kategorik
P (My) = Semua manusia bernafas menggunakan organ paru-paru
P (Mn) = Bayi adalah manusia
Konklusi (K) = Bayi bernafas menggunakan organ paru-paru
 
Silogisme  Hipotetik, bilamana argumen premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik
P (My) = Jika rajin belajar, maka saya akan lulus ujian
P (Mn)= Sekarang saya lulus ujian
Konklusi (K) = Saya telah rajin belajar
(Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya)
Silogisme alternatif, bilamana premis mayornya berupa proposisi alternatif.
P (My) = Irfan Bahdim pemain sepak bola atau bintang iklan.
P (Mn) = Irfan Bahdim pemain sepak bola
Konklusi (K) = Irfan Bahdim bukan bintang iklan
  1. Jelaskan Definisi Entimen dan berikan contohnya?
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh :
Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari
Pada malam hari tidak ada matahari
Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis
*  Berfikir Induktif
  1. Jelaskan definisi Generalisasi serta sebutkan 2 jenis generalisasi.?
Generalisasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.
Contoh generalisasi adalah setelah di adakan peninjauan dan penelitian lebih seksama, ternyata di kawasan bandung terdapat sekurang – kurangnya lima buah obyek wisata. Di kawasan Garu tempat obyek wisata, di kawasan tasikmalaya dan ciamis terdapat sekurang – kurangnya enam buah obyek wisata. Di daerah lain seperti suka bumi, banten, danyang lainnya juga terdapat obyek wisata. Dapat di katakan bahwa daerah jawa baratmemang kaya dengan obyek wisata.
Macam-macam generalisasi:
a. Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.
b. Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.
  1. Jelaskan definisi analogi
Definisi Analogi
Paragraf analogi adalah penalaran dengan cara membandingkan dua hal yang banyak menandung persamaan. Dengan kesamaan tersebut dapatlah ditarik kesimpulannya. Paragraf analogi ini merupakan bagian paragraf induktif.
Analogi induktif yaitu proses dari penalaran dari satu fenomena menuju fenomena lain yang sejenis kemudian disimpulkan bahwa apa yang terjadi pada fenomena yang pertama akan terjadi juga pada fenomena yang lain. Demikian pengertian analogi jika kita hendak memformulasikan dalam suatu batasan. (Drs. H. Mundiri, Logika, 1994, hal-157)
  1. Berikan contoh paragraph sebab-akibat, akibat-sebab.?
Paragraf sebab akibat
Contoh :
Budi adalah anak yang baik. Ia suka membantu orang tua kapanpun. Kebiasaan menabung,belajar, dan suka menolong sudah ia lakukan sejak masih kecil. Sekarang di sudah tumbuh menjadi seorang pemuda yang siap menjalani hidup. Akibat kebiasaan lamanya ia sudah siap menghadapi berbagai masalah yang datang silih berganti.
Paragraf Akibat Sebab
Contoh :
Dalam rangka menjaga dan melindungi kelestarian hutan pemerintah mengadakan razia. Pemerintah menangkap para pembalak atau penebang pohon. Masyarakat sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut. Kini hutan tidak akan gundul lagi dan berkurangnya pembalakan atau penebangan pohon. Akhirnya kegiatan tersebut membuahkan hasil bagi masyarakat.
 
Sumber :

Rabu, 12 Maret 2014

Cara menguji data, fakta dan autoritas

Cara menguji data, fakta dan autoritas

Cara menguji data
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1. Observasi
2. Kesaksian
3. Autoritas
Cara menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
1. Konsistensi
2. Koherensi
Cara menguji autoritas
Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
1. Tidak mengandung prasangka
2. Pengalaman dan pendidikan autoritas
3. Kemashuran dan prestise
4. Koherensi dengan kemajuan


sumber :
http//wikipedia.com
http://iinnapisa.blogspot.com/2011/10/cara-menguji-data-fakta-dan-autoritas.html

 

PROPOSISI DAN EVIDENSI

PROPOSISI adalah entuk pemikiran kedua yang merupakan pengembangan dari konsep atau pengertian adalah proposisi. Pada saat terjadinya observasi empirik, di dalam pikiran tidak hanya terbentuk pengertian saja tetapi juga terjadi perangkaian dari term – term itu. Tidak pernah ada pengertian yang berdiri sendiri dalam pikiran. Rangkaian pengertian itulah yang disebut dengan proposisi Jenis – Jenis Proposisi
· Proposisi dapat dipandang dari 4 kriteria, yaitu berdasarkan :
1. Berdasarkan bentuk
2. Berdasarkan sifat
3. Berdasarkan kualitas
4. Berdasarkan kuantitas
Berdasarkan bentuk, proposisi dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
a) Tunggal adalah proposisi yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat atau hanya mengandung satu pernyataan.
Contoh :
• Semua dokter harus menyembuhkan pasien.
• Setiap pemuda adalah calon pemimpin.
b) Majemuk atau jamak adalah proposisi yang terdiri dari satu subjek dan lebih dari satu predikat.
Contoh :
• Semua dokter harus menyembuhkan pasiennya dan bersikap ramah.
• Kakak bernyanyi dan menari.
Berdasarkan sifat, proporsis dapat dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu:
a) Kategorial adalah proposisi yang hubungan antara subjek dan predikatnya tidak membutuhkan / memerlukan syarat apapun.
Contoh:
• Semua meja di ruangan ini pasti berwarna coklat.
• Semua daun pasti berwarna hijau.
b) Kondisional adalah proposisi yang membutuhkan syarat tertentu di dalam hubungan subjek dan predikatnya. Proposisi dapat dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu: proposisi kondisional hipotesis dan disjungtif.
Contoh proposisi kondisional:
• jika hari mendung maka akan turun hujan
Contoh proposisi kondisional hipotesis:
• Jika harga BBM turun maka rakyat akan bergembira.
Contoh proposisi kondisional disjungtif:
• irfan bahdim pemain bola atau bintang iklan.
Berdasarkan kualitas, proposisi juga dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
a) Positif(afirmatif) adalah proposisi yang membenarkan adanya persesuaian hubungan antar subjek dan predikat.
Contoh:
• Semua dokter adalah orang pintar.
• Sebagian manusia adalah bersifat sosial.
b) Negatif adalah proposisi yang menyatakan bahawa antara subjek dan predikat tidak mempunyai hubungan.
Contoh:
• Semua harimau bukanlah singa.
• Tidak ada seorang lelaki pun yang mengenakan rok.
Berdasarkan kuantitas., proposisi dapat dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu:
a) Umum adalah predikat proposisi membenarkan atau mengingkari seluruh subjek.
Contoh:
• Semua gajah bukanlah kera.
• Tidak seekor gajah pun adalah kera.
b) Khusus adalah predikat proposisi hanya membenarkan atau mengingkari sebagian subjeknya.
Contoh:
• Sebagian mahasiswa gemar olahraga.
• Tidak semua mahasiswa pandai bernyanyi.

B. EVIDENSI 
 
 Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatau fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris.

sumber :
http://dezhi-myblogger.blogspot.com/2012/03/pengertian-istilah-istilah-proposisi.html
http://andriksupriadi.wordpress.com/2010/04/01/pengertian-proposisi/
http://gangsarnovianto.blogspot.com/2011/05/evidensi.html
http://sitompulke17.blogspot.com/2010/05/proposisi.html



DEFINISI PENALARAN


Proses berpikir merupakan salah satu  contoh dari bentuk penalaran. Namun tidak semua kegiatan berpikir mengacu pada penalaran karena penalaran itu sendiri merupakan suatu kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menentukan kebenaran.
Pengertian Penalaran dari Berbagai Sumber:
1.      Berdasarkan e-learning gunadarma
Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran. Secara sederhana penalaran dapat diartikan sebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposisi yang mendahuluinya.
2.      Berdasarkan Wikipedia
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
3.      Berdasarkan Kamus Besar Indonesia
a.  Cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran. Contoh : kepercayaan takhayul serta – yang tidak logis haruslah dikikis habis
b.    Hal yang mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman
c.     Proses mental dengan mengembangkan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip
Pengertian Penalaran Menurut Para Ahli:
1.      Bakry (1986:1) menyatakan bahwa Penalaran atau Reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
2.   Suriasumantri (2001:42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.
3.      Keraf (1985:5) berpendapat bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu kesimpulan.
Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubungkan fakta-fakta atau data yang sistematik menuju suatu kesimpulan berupa pengetahuan. Dengan kata lain, penalaran merupakan sebuah proses berpikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis.
 
 
 
sumber :